Ternyata kemarahan bisa membuat kehancuran kelangsungan hidup anda.
Bagaimana cara mengelola teknik agar dapat membantu anda mengendalikan amarah dan ekspresikan rasa amarah anda dengan yang lebih bijak dan lebih sehat.
Anda mungkin berpikir bahwa melampiaskan amarah itu sehat, bahwa orang-orang di sekitar Anda terlalu sensitif, bahwa amarah Anda dapat dibenarkan, atau bahwa Anda perlu menunjukkan amarah Anda untuk mendapatkan rasa hormat. Tetapi kenyataannya adalah bahwa kemarahan jauh lebih mungkin memiliki dampak negatif pada cara orang melihat Anda, merusak penilaian Anda, dan menghalangi kesuksesan.
Fakta: Meskipun benar bahwa menekan dan mengabaikan kemarahan itu tidak sehat, melampiaskan tidak lebih baik. Kemarahan bukanlah sesuatu yang harus Anda "keluarkan" secara agresif untuk menghindari ledakan. Nyatanya, semburan dan omelan hanya menyulut api dan memperkuat masalah amarah Anda.
Mitos: Kemarahan, agresi, dan intimidasi membantu saya mendapatkan rasa hormat dan mendapatkan apa yang saya inginkan.
Fakta: Rasa hormat tidak datang dari menindas orang lain. Orang mungkin takut pada Anda, tetapi mereka tidak akan menghormati Anda jika Anda tidak bisa mengendalikan diri atau menangani sudut pandang yang berlawanan. Orang lain akan lebih bersedia mendengarkan Anda dan mengakomodasi kebutuhan Anda jika Anda berkomunikasi dengan cara yang hormat.
Mitos: Saya tidak bisa menahan diri. Kemarahan bukanlah sesuatu yang bisa Anda kendalikan.
Kemarahan kronis atau kemarahan Akut yang berkobar sepanjang waktu atau tidak terkendali dapat menimbulkan konsekuensi serius
Kesehatan mental.
Karier.
Hubungan.
Jika Anda memiliki temperamen yang panas, Anda mungkin merasa itu di luar kendali Anda dan hanya sedikit yang dapat Anda lakukan untuk menjinakkan binatang itu. Tetapi Anda memiliki kendali lebih atas kemarahan Anda daripada yang Anda pikirkan. Dengan wawasan tentang alasan sebenarnya dari kemarahan Anda dan alat pengelolaan amarah ini, Anda dapat belajar mengekspresikan emosi Anda tanpa menyakiti orang lain dan menjaga amarah agar tidak membajak hidup Anda.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995), pengelolaan emosi adalah suatu proses, cara, dan perbuatan untuk mengendalikan, menyelenggarakan, mengurus dan mengatur.
Marah keluar atau eksplisit (anger out) yaitu rasa marah yang diarahkan kepada orang atau benda lain yang merupakan pengekspresian dari perasaan benci dan permusuhan yang tertahan.
CARA MENGEKSPRESIKAN MARAH
1. Repression
2. Displacement
3. Controlling
4. Suppression
5. Quiet Crying
6. Assertive Confronttation
7. Overreaction
ASPEK PENGELOLAAN EMOSI
Mengenali emosi marah
semua orang tentu pernah merasa marah, namun sebenarnya marah adalah emosi yang rumit dan bisa mempengaruhi berbagai bagian tubuh secara berbeda-beda. Apakah Anda termasuk orang yang mudah meledak saat marah, sering menahan marah, atau lainnya? Ini juga mempengaruhi bagaimana rasa marah berimbas pada tubuh.
Emosi marah adalah emosi yang wajar, namun bisa berimbas negatif pada tubuh. Marah memiliki spektrum yang berbeda, mulai dari frustasi ringan, kesal, hingga marah yang meledak-ledak. Tak hanya mempengaruhi emosi, marah juga akan mempengaruhi otak Anda. Bagian otak yang akan merespon terlebih dahulu saat Anda marah adalah amygdala. Amygdala merespon emosi dan insting yang berkaitan dengan rasa takut, stres, dan perasaan terancam.
Ketika Anda merasa marah, darah akan langsung mengalir ke frontal cortex dan mengurangi kemampuan berpikir secara rasional pada seseorang. Hasilnya bisa menguntungkan, tetapi juga bisa merugikan Anda. Karena itu, ketika merasa marah, banyak orang yang bertindak tidak rasional dan akhirnya menyesal. Jika marah, sebaiknya hitung dari satu sampai sepuluh sebelum bertindak, karena kemampuan otak untuk berpikir rasional sedang tidak optimal.
Selanjutnya, efek kemarahan akan menyebabkan kelenjar adrenal untuk memproduksi hormon adrenalin dan hormon stres, yaitu cortisol. Kemudian darah yang biasanya mengalir ke perut dan usus akan berubah arah ke otot dan menyiapkan tubuh Anda untuk bertarung. Karena itu, kadangkala seseorang bisa melakukan hal yang di luar kemampuan fisiknya ketika marah.
Saat marah, tekanan darah juga akan meningkat, suhu tubuh meningkat, kecepatan napas dan detak jantung juga meningkat, serta pupil akan melebar. Ini semua yang terjadi pada tubuh Anda ketika marah dalam satu waktu. Bagaimana jika Anda sering marah? Dalam jangka panjang hal-hal tersebut akan merusak kesehatan jantung dan mental Anda.
Jangan kira kemarahan Anda hanya akan mempengaruhi orang-orang di sekitar. Kemarahan justru merusak kesehatan Anda lebih parah dibandingkan bagi orang-orang di sekitar Anda. Setelah mengetahuinya, sebaiknya mulai saat ini jangan terlalu sering marah. Jika mengalami masalah dengan kontrol emosi, coba pertimbangkan untuk menghubungi terapis yang bisa membantu Anda
Faktor Fisik
Sebab-sebab yang mempengaruhi faktor fisik antara lain:
Kelelahan yang berlebihan. Misalnya orang yang terlalu lelah karena kerja keras, akan lebih mudah marah dan mudah sekali tersinggung.
Zat-zat tertentu yang dapat menyebabkan marah. Misalnya jika otak kurang mendapat zat asam, orang itu lebih mudah marah.
Hormon kelamin pun dapat mempengaruhi kemarahan seseorang. Kita dapat melihat dan membuktikan sendiri pada bagian wanita yang sedang menstruasi, rasa marah merupakan ciri khasnya yang utama.
Faktor Psikis
Faktor psikis yang menimbulkan marah adalah erat kaitannya dengan kepribadian seseorang. Terutama sekali yang menyangkut apa yang disebut “ kesalahpahaman diri-sendiri” yaitu anggapan seseorang terhadap dirinya sendiri yang salah atau kesalahpahaman pada diri-sendiri. kesalahpahaman diri-sendiri yang salah menghasilkan pribadi yang tidak seimbang dan tidak matang. Karena seseorang akan menilai dirinya sangat berlainan sekali dengan kenyataan yang ada.
Beberapa kesalahpahaman diri-sendiri yang salah sebagai berikut:
Kerendahdirian yang berlebihan
Menilai dirinya sendiri lebih rendah dari yang sebenarnya. Orang ini akan mudah sekali tersinggung karena segala sesuatu dinilai sebagai yang merendahkannya, akibatnya wajar, ia mudah sekali marah.
Kesombongan
Menilai dirinya sendiri lebih dari kenyataan yang sebenarnya. Jadi merupakan sifat kebalikan dari sifat rasa rendah diri. Orang yang sombong terlalu menuntut banyak pujian bagi dirinya. Jika yang diharapkan tidak terpenuhi, ia wajar sekali marah.
Keegoisan yang terlalu mementingkan diri sendiri
Penilaian-menilai dirinya sangat penting melebihi kenyataan. Orang yang bersifat demikian akan mudah marah karena selalu terbentur pada pergaulan sosial yang bersifat apatis (masa bodoh), sehingga orang yang egois tersebut merasa tidak diperlakukan dengan semestinya dalam pergaulan sosial. Mereka biasanya diselimuti rasa marah yang berkepanjangan.
Menyangkut kontrol diri (self-control) seseorang, pola pandang yang dianutnya, serta kebiasaan-kebiasaan yang ditumbuhkannya dalam merespons suatu permasalahan.
Situasi-situasi diluar diri seseorang yang memancing respons emosi amarah, latar belakang keluarga serta budaya dan lingkungan sekitar. Jadi, faktor-faktor penyebab timbulnya emosi marah adalah kelelahan yang berlebihan, zat-zat tertentu yang dapat menyebabkan marah, jenis kelamin, rendah diri, sombong, egoistis atau terlalu mementingkan diri sendiri, kontrol diri, dan situasi-situasi diluar diri seseorang yang memancing respon emosional, latar belakang keluarga serta budaya dan lingkungan sekitar.
Mengendalikan emosi marah
Cara mengendalikan emosi agar tidak merugikan diri sendiri.
Merasa sedih, kecewa, atau marah adalah hal yang normal. Namun, jika Anda tidak tahu bagaimana cara mengendalikan emosi Anda, hal tersebut dapat merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Lantas, apa saja cara mengendalikan emosi? Simak ulasan berikut!
Emosi adalah ekspresi normal manusia atas berbagai hal yang terjadi dalam hidupnya. Misalnya, ketika Anda merasa senang saat mendapat hadiah, merasa kesal saat terjebak macet, atau merasa sedih saat kehilangan seseorang yang Anda cintai.
Berbagai emosi yang Anda rasakan ini akan berpengaruh pada tindakan Anda. Jika Anda sedang merasakan emosi yang positif, maka tindakan yang mengikutinya juga akan positif, sebaliknya, emosi negatif akan cenderung membuat Anda berperilaku negatif pula.
Ekspresi emosi negatif bahkan dapat membahayakan hubungan pekerjaan, pertemanan, hingga kesehatan diri sendiri. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara mengendalikan emosi atau cara mengekspresikannya secara tepat.
Beberapa Cara Mengendalikan Emosi Yang Bisa Anda Coba
Berikut ini adalah beberapa cara mengendalikan emosi negatif yang bisa Anda coba:
1. Berpikiran dan bersikap positif
Anda mungkin tidak dapat mengubah situasi buruk yang menimpa Anda, namun Anda bisa mengubah sudut pandang Anda untuk melihat situasi tersebut menjadi lebih positif.
Misalnya, Anda merasa kecewa karena mendapat banyak kritik pada presentasi yang baru saja Anda berikan. Pada situasi seperti ini, cobalah pikirkan sisi positifnya bahwa kritik tersebut sebenarnya dapat bermanfaat bagi pertumbuhan karier Anda kelak.
Selain itu, coba tenangkan diri Anda dengan mengambil napas panjang lalu tutup mata Anda. Sadarilah keberadaan, perasaan, dan pikiran Anda saat ini, termasuk keadaan sekitar Anda. Hal ini dapat membuat Anda lebih sadar dan bersikap lebih positif dalam merespons segala sesuatu.
2. Hindari situasi yang bisa memicu munculnya emosi negatif
Hindarilah situasi yang bisa membuat Anda merasakan emosi negatif. Sebagai contoh, jika Anda mudah kesal saat terburu-buru atau terjebak macet, Anda dapat mengatur waktu untuk berangkat saat arus jalan sedang tidak terlalu macet.
Bila emosi tersebut datang saat melihat media sosial atau bahkan datang saat bersama orang-orang tertentu, tidak ada salahnya Anda beristirahat sejenak dari log in media sosial atau bertemu dengan orang-orang tersebut.
3. Lakukan aktivitas yang menyenangkan
Melakukan aktivitas yang menyenangkan dapat membawa pengaruh positif bagi hidup Anda, misalnya:
Berolahraga. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, namun juga merupakan sarana untuk mengelola stres. Yoga, tai chi, dan aerobik merupakan beberapa contoh latihan fisik yang baik bagi kesehatan mental.
Mempelajari kemampuan baru seperti mempelajari bahasa atau pun alat musik dapat membangkitkan kepercayaan diri Anda dan menjadi salah satu cara yang baik untuk mengendalikan emosi.
Menjaga komunikasi dengan orang-orang terdekat Anda, seperti keluarga, sahabat, atau tetangga, yang bisa membuat Anda nyaman. Keluarga dan sahabat bisa menjadi tempat berbagi ketika Anda sedang menghadapi kesulitan atau permasalahan yang berat.
Memberikan senyum, waktu, atau bantuan untuk orang lain. Semua hal ini dapat membawa pengaruh positif bagi diri Anda dan juga orang lain. Cobalah untuk mengikuti program bakti sosial, menjadi relawan, atau mendonorkan darah.
Menjaga kesehatan jiwa sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik karena keduanya saling memengaruhi. Jika emosi Anda terganggu, tubuh juga akan rentan terhadap berbagai penyakit seperti nyeri dada dan tekanan darah tinggi.
Seseorang dapat dikatakan sehat secara emosional ketika ia berhasil mengelola masalah sehari-harinya, misalnya stres pekerjaan, kebiasaan buruk, atau masalah hubungan pertemanan, yang bisa berdampak pada kesehatan jiwa dan raga.
Namun, waspadai jika ternyata yang Anda rasakan bukan sekadar perubahan emosi, melainkan pertanda depresi. Kenali gejala depresi yang biasanya ditandai dengan penurunan suasana hati yang berlangsung lebih dari dua minggu, merasa putus asa, kelelahan yang berlebihan, tidak dapat berkonsentrasi, hilang nafsu makan atau justru makan terlalu banyak, susah tidur atau terus ingin tidur, bahkan terpikir untuk mengakhiri hidup.
Cobalah terapkan tiga cara mengendalikan emosi di atas guna menjaga kesehatan jiwa dan juga raga Anda. Jika Anda merasakan adanya gejala depresi, jangan ragu untuk segera berkonsultasi pada psikolog atau dokter.
Meradakan Amarah atau Terapi Anger Management
Ambil time-out setelah anda tenang , ekpresikan marah anda dalam kebijaksanaan dengan cara berpikir sebelum berbicara dan mencari solusi dengan cara mengidentifikasi kemungkinan solusi terus Stick dengan pernyataan “saya” kemudian hal-hal yangperludiperhatikan jangan menyimpan dendam. Mengetahuian kondisi kesadaran diri akan "kapan untuk mencari bantuan"
Dampak Tidak Menguasai ‘Anger Management’
Image dan citra sebagai konselor akan jatuh
Dapat menyebabkan ekspetensi kerja dilapangan yang rendah dalam pandangan orang lain
Menurunnya kompetensi-kompetensi pribadi dalam persepsi orang lain.
Intinya setiap waktu anda memerlukan Anger Management karena memang diperlukan!